π Project Of Entrepreneurship
Anggota Kelompok (11 IPA 2) :
Jason Hanadi Solomon
Jose Jovian
Rut Gaby Kimberlin Putri
Youzy Natasya
Ide Bisnis
- Menjual abon dengan harga yang terjangkau
- Kacamata anti pecah
- Automatic sharpener
- Mengolah daun moringa
- Mengemas dan mengolah rempah-rempah
- Penghapus tanpa masa
- Kotak pensil multifungsi
- Sampul buku anti bocor
- Snack tanpa micin
- Membuat makanan dari bulu ayam
Ide yang akan dipilih untuk menjadi peluang bisnis adalah menjual abon dengan harga terjangkau.
Mengapa?
Ide yang akan dipilih untuk menjadi peluang bisnis adalah menjual abon dengan harga terjangkau, karena dari kesepuluh ide bisnis di atas yang sekiranya akan lebih mudah untuk direalisasikan adalah membuat abon dengan harga terjangkau. Tak hanya itu, bahan-bahan dan segala perlengkapan untuk membuatnya lebih mudah untuk dijangkau juga, sehingga akan menambah keefektifan dan keefisienan dalam pembuatannya nanti. Lalu dalam persaingannya mungkin akan lebih mudah masuk karena akan "menembak" dengan harga namun tetap diiringi dengan kualitas yang terjamin baik dalam rasa maupun manfaatnya. Dengan demikian maka kami sepakat dalam menentukan ide bisnis yang akan menjadi peluang bisnis kami yang jatuh pada pembuatan abon dengan harga yang terjangkau.
Identifikasi Konsumen
- Semua usia dan jenis kelamin (Karena dapat dikonsumsi oleh siapa saja). Namun, lebih difokuskan pada ibu-ibu rumah tangga yang biasanya cenderung untuk melakukan perbandingan harga sebelum membeli sesuatu.
- Orang-orang kantoran, karena mereka cenderung tidak punya banyak waktu untuk menyiapkan bekal pribadi ataupun untuk keluarga mereka sehingga membutuhkan yang praktis-praktis.
- Orang-orang yang sedang diet, karena biasanya mereka menjauhi cemilan dan makanan berat namun, mereka tetap harus mengonsumsi makanan yang dapat mengcover tenaga yang mereka gunakan untuk beraktifitas. Oleh karenanya, abon dapat menjadi salah satu pilihannya.
- Penggemar abon.
- Penggemar roti isi, karena mereka dapat memilih abon menjadi isi dari roti isi mereka. Ditambah dengan manfaat lebih dari abon itu sendiri.
Analisa Pesaing
Analisis SWOT
STRENGTHS
- Produk yang dibuat berasal dari bahan-bahan yang mudah didapat, yaitu tulang ayam.
- Memiliki manfaat untuk tubuh seperti membangun jaringan kartilago, memproduksi protein, dan membuat sel-sel kulit menjadi lebih sehat.
WEAKNESSES
- Rasa abon ayam yang belum pasti.
OPPORTUNITIES
- Menambah rasa penasaran orang lain karena bahan dasar dari abon tersebut adalah tulang ayam. Di mana orang akan berpikir bagaimana rasa dari tulang ayam.
THREATS
- Banyaknya saingan dari merk lain yang sudah terkenal dan jelas rasanya.
- Rasa takut orang untuk mencoba hal baru.
BMC
1. Customer Segments
Produk kami tergolong dalam kelompok blue ocean, karena pada umumnya abon dibuat dari daging-dagingan. Tetapi, kami mencoba hal baru sehingga keluar dari persaingan pasar yang menjual produk yang berbahan dasar sama. Olehnya, kami menetapkan target customer sebagai berikut.
Prioritas I: Ibu-ibu rumah tangga yang ekonomis.
Prioritas II: Orang-orang kantoran yang biasanya tidak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan makanannya, sehingga memerlukan sesuatu yang praktis, namun tetap bergizi.
Prioritas III: Para penggemar abon.
2. Value Preposition
Nama produk kami adalah a’Bone. Dalam produk ini, kami membuat abon dari tulang ayam yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia karena mengandung sel punca, kaya akan asam amino, gelatin kolagen, mineral, vitamin, dan berbagai manfaat lainnya. Oleh karenanya, abon ini diproduksikan dengan harga terjangkau. Namun, tetap memiliki banyak manfaat.
3. Customer Relationship
Transactional:beli putus saat transaksi.
4. Channels
Direct: penjualan langsung ke ibu rumah tangga, door to door.
Indirect: menitipkan barang ke distributor seperti warung-warung makan.
Awareness: menggunakan sosial media dan internet untuk mempopulerkan a’Bone.
5. Revenue Stream
Asset sell: penjualan abon dari tulang ayam yang bermerek a’Bone.
6. Key Resources
Intelektual: paten merek a’Bone.
Human: para owner yang bekerja-sama membuat abon dari tulang ayam dengan rasa yang berciri khas.
Financial: modal awal untuk menjalankan a’Bone.
7. Key Activities
Production: merancang, membuat, dan mengirimkan produk a’Bone.
Distribution: menjual abon baik secara door-to-door, maupun menitipkan ke warung makanan.
8. Key partners
Supplier relationships: menitipkan produk a’Bone di warung-warung makan
Strategic alliance between non-competitors: Toko plastik dan penjual ayam
Buyer, supplier relationship: Hubungan hanya sebagai pembeli dan penjual.
9. Cost structure
Cost-driven: biaya keluar tergantung dari harga pembuatan abon serta kemasan.
Variable cost: biaya pembuatan abon tergantung dari jumlah abon yang akan diproduksi.
Produk kami tergolong dalam kelompok blue ocean, karena pada umumnya abon dibuat dari daging-dagingan. Tetapi, kami mencoba hal baru sehingga keluar dari persaingan pasar yang menjual produk yang berbahan dasar sama. Olehnya, kami menetapkan target customer sebagai berikut.
Prioritas I: Ibu-ibu rumah tangga yang ekonomis.
Prioritas II: Orang-orang kantoran yang biasanya tidak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan makanannya, sehingga memerlukan sesuatu yang praktis, namun tetap bergizi.
Prioritas III: Para penggemar abon.
2. Value Preposition
Nama produk kami adalah a’Bone. Dalam produk ini, kami membuat abon dari tulang ayam yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia karena mengandung sel punca, kaya akan asam amino, gelatin kolagen, mineral, vitamin, dan berbagai manfaat lainnya. Oleh karenanya, abon ini diproduksikan dengan harga terjangkau. Namun, tetap memiliki banyak manfaat.
3. Customer Relationship
Transactional:beli putus saat transaksi.
4. Channels
Direct: penjualan langsung ke ibu rumah tangga, door to door.
Indirect: menitipkan barang ke distributor seperti warung-warung makan.
Awareness: menggunakan sosial media dan internet untuk mempopulerkan a’Bone.
5. Revenue Stream
Asset sell: penjualan abon dari tulang ayam yang bermerek a’Bone.
6. Key Resources
Intelektual: paten merek a’Bone.
Human: para owner yang bekerja-sama membuat abon dari tulang ayam dengan rasa yang berciri khas.
Financial: modal awal untuk menjalankan a’Bone.
7. Key Activities
Production: merancang, membuat, dan mengirimkan produk a’Bone.
Distribution: menjual abon baik secara door-to-door, maupun menitipkan ke warung makanan.
8. Key partners
Supplier relationships: menitipkan produk a’Bone di warung-warung makan
Strategic alliance between non-competitors: Toko plastik dan penjual ayam
Buyer, supplier relationship: Hubungan hanya sebagai pembeli dan penjual.
9. Cost structure
Cost-driven: biaya keluar tergantung dari harga pembuatan abon serta kemasan.
Variable cost: biaya pembuatan abon tergantung dari jumlah abon yang akan diproduksi.
